Home Politik Pleno PPK Bandar Mataram Unggul Musa-Dito

Pleno PPK Bandar Mataram Unggul Musa-Dito

339
0
SHARE
Pleno PPK Bandar Mataram Unggul Musa-Dito

Keterangan Gambar : Pleno PPK Bandar Mataram

Radarlamteng.com, BANDARMATARAM-Pesta demokrasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) tahun 2020 yang berlangsung 9 Desember lalu, ternyata tidak dimanfaatkan semua masyarakat di Kecamatan Bandarmataram, Lampung Tengah (Lamteng) yang terdaftar sebagai pemilih.

Tingkat partisipasi warga mendatangi tempat pencoblosan masih belum mencapai seratus persen. Tetapi dibandingkan dengan Pilpres lalu partisipasi pemilih meningkat di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 ini.

Terbukti, Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kecamatan Bandarmataram dalam Pilbup ini berjumlah 51.698 orang. Dari jumlah itu, banyak warga yang tidak menyalurkan hak suaranya. Dengan begitu, angka masyarakat yang golput masih banyak diwilayah kecamatan setempat.

Sementara, hasil perhitungan secara terbuka tersebut disaksikan langsung oleh Camat Bandarmataram Ridwansyah, S.IP, Kapolsek Seputihmataram Iptu Jefri, SH, MH, serta Danramil Kapten Inf. Tinambunan, Ketua PPK Bandarmataram Lilik Suparmin, Ketua Panwascam Bandarmataram Fathul Aziz, PPS, lalu para saksi dari masing-masing calon. Dan pengamanan dari pihak Polsek dan Koramil Seputihmataram.

Adapun, pada Pleno tersebut pasangan nomor urut 02. H.Musa Ahmad, S.Sos – dr.H.Ardito Wijaya mendominasi perolehan suara, yakni sebanyak 20.606 suara. Kemudian disusul suara pasangan nomor urut 03. Hj.Nessy Kalviya – Imam Suhadi, dengan perolehan suara sebanyak 10.624 suara, lalu nomor urut 01. Loekman Djoyosoemarto – M.Ilyas Hayani Muda hanya meraih 6.620 suara.

”Pleno penghitungan suara Pilbup di Kecamatan Bandarmataram pasangan Musa Ahmad – Ardito Wijaya dengan nomor urut 02, memang mendapat suara terbanyak, yakni sebanyak 20.606 suara,” ucap Lilik Suparmin, selaku Ketua PPK Kecamatan Bandarmataram, saat ditemui Radar Lamteng, Minggu (13/12/2020).

Dikatakannya, penghitungan perolehan suara Pilbup berlangsung lancar, tidak diwarnai pernyataan keberatan dari para saksi. Ia bersyukur. ”Kami juga mendengarkan laporan dari masing-masing PPS yakni PPS Kampung Jatidatar, Umanagung, Sendangagung, Terbanggimulya, Terbanggiilir, Sriwijaya Mataram, Mataramudik, Sumberrejeki, dan Mataramjaya,” pungkas Lilik. (bil)